Tiba di Manado, lebih kurang jam setengah tiga sore waktu setempat. Dalam perjalanan ini saya berdua dengan teman seprofesi saya yaitu Yuselina. Di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, kami sudah ditunggu oleh Annisa Rahmah Karim, teman seprofesi kami di Langsa. Dari airport kami langsung menuju tempat makan Wakeke Pelangi, untuk makan siang. Disini saya mencoba kuliner khas Manado yaitu tinutuan biasa ( bubur Manado), Nike goreng dan minuman es kacang brenebon alpukat.
Selesai makan jam tiga lewat. Sudah masuk waktu ashar. Kami langsung ke Masjid Raya Ahmad Yani Sulawesi Utara. Untuk sholat Ashar jamak dengan dzuhur.
Dari mesjid kami putar-putar kota Manado dan berhenti di spot photo dengan latar belakang monumen Yesus memberkati.
Beda waktu antara Manado dan Jakarta sekitar satu jam. Tidak terasa hari sudah mulai gelap. Di Manado ini magrib jam 6.00 sore. Kami melanjutkan ke ManadoBay. Duduk menikmati malam dipinggir laut, sambil makan nasi goreng roa dan goroho stik polos di KEDAI ARA.
Kemudian kami ke hotel Novotel untuk check in. Pagi ini, 18 Juli 2025, di awali dengan breakfast di hotel Novotel. Setelah itu mengikuti Rakernas I dan UpGrading 2025 IPPAT. Saya hanya ikut UpGrading saja yang sudah selesai di waktu ishoma, selanjutnya saya istirahat di kamar hotel. Sebagian peserta lain mengikuti acara Rakernas yang siapnya sore hari.
Hari ini ditutup dengan acara Gala Dinner, masih di hotel Novotel juga
Pagi ini sabtu, tanggal 19 Juli 2025, jam setengah 7.00, WITA, kami sudah di jemput oleh tim trip 1 day Dolphin Tomohon menuju dermaga Manado scuba center di desa Molas. Dari dermaga naik kapal untuk melihat Dolphin.
Satu setengah jam berada di laut, antara pulau Siladen dan pulau Nain, tidak muncul satu Dolphin pun.
Akhirnya menuju pulau Bunaken, untuk makan siang di restoran Akang Bunaken. Setelah hampir 1 jam menunggu peserta yang ikut snorkeling, kamipun makan siang. Sambil menunggu menu makan siang, kami disuguhi pisang goreng dan minuman air kelapa muda.
Restoran tempat kami makan siang letaknya di bawah, sedangkan toiletnya di atas. Ketika saya naik ke atas, ternyata kepala pegangan tangga yang terbuat dari kayu sudah lapuk. Begitu saya pegang, dengan sedikit tekanan, langsung ambruk. Saya pun jatuh terduduk, dan syukur Alhamdulillah, masih bisa jaga keseimbangan, sehingga tidak jatuh terguling ke samping. Untuk ini saya ingat kata-kata almarhum papa saya dulu , bahwa apabila kita mau jatuh, tetapi tidak jadi, itu karena kita diselamatkan oleh doa doa orang - orang yang sebelum kita, karena itulah kita harus selalu berdoa untuk orang-orang yang di bawah kita agar selamat dari musibah. Kapal kembali ke dermaga NDC hotel & resort, saya menyempatkan sholat dzuhur jamak dengan Ashar di mushollanya. Sekarang ke tempat oleh-oleh di Grand Merciful Building, saya beli sambal roa dan berphoto dengan pramuniaganya serta sambal roanya.
Kembali ke hotel, mengantarkan sebagian peserta yang tidak ingin melanjutkan perjalanan. Tinggal 6 orang peserta termasuk saya, kami ke bukit doa di Warembungan, yang termasuk dalam kabupaten Minahasa.
Rencananya makan malam di Taman Kelong, Tomohon. Tetapi restoran tutup jam 8.00 malam. Besok adalah hari pengucapan ( semacam thanks giving Day) untuk warga Minahasa, banyak yang pulang kampung,sehingga jalan menuju Tomohon sedikit padat. Syukur lah restoran bersedia menunggu. Dan hari ini ditutup dengan makan malam di restoran Taman Kelong. Selain makan makanan berat, saya mencoba kopi pandan gula aren (Kelong Garden Ice )minuman racikan restoran ini, dan menikmati kue cucur khas Manado.
Jam 8.00. pagi ini tanggal 20 Juli 2025, kami menuju Tomohon. Di kota Tomohon, di sepanjang jalan bergantungan bunga- bunga di pot. Sesuai julukannya sebagai kota bunga. Saya rencananya ingin berphoto di pot yang bergelantungan, tetapi ketika jalan pulang saya ketiduran, jadi tidak adalah photonya. Tempat pertama yang dikunjungi adalah pasar ekstrim. Kebetulan hari ini, bertepatan dengan hari pengucapan , sehingga pasar agak sepi, dan katanya sebagian hewan ekstrim sudah terjual di hari kemarinnya, jadi yang tinggal adalah ular biasa, babi hutan dan kelelawar.
Keluar dari pasar ekstrim, menuju ke Tondano untuk melihat benteng Moraya.
Balik lagi ke Tomohon, menuju Danau Linou. Danau ini cukup indah dan bagus. Karcis masuk ke area danau, bisa ditukar dengan kopi atau teh. Disini saya menikmati teh, pisang goreng sambil memandang indahnya danau yang kelihatan sangat tenang.
Dalam perjalanan pulang ke Manado, kami singgah di Makatete Hills, tapi hari ini, kafe yang ada disitu ditutup pemiliknya, karena hari pengucapan. Ini menurut seorang anak muda yang duduk disitu. Juga toko - toko yang arah jalan menurun juga pada tutup, kata anak muda tersebut lagi. Ketika jalan pulang menuju mobil, saya bertemu dengan anak muda lain yang menenteng plastik, sepertinya berisi minuman botol dan camilan, yang di beli di luar.Hari juga sangat panas sekali.
Perjalanan kami lanjutkan ke makam Tuanku Imam Bonjol di Lotta, kami tabur kan bunga yang dijual disitu, bunga ditaruh di piring yang dibungkus plastik,dan saya bacakan Al fatihah, semoga Allah menyampaikan.
Ini bapak penjaga makam. Diseberang jalan dari makam ada masjid Imam Bonjol, apakah hanya sekedar nama atau dulu dasarnya dibangun oleh Tuanku Imam Bonjol, saya lupa pula menanyakannya.
Sesampainya di kota Manado, langsung makan siang dengan menu nasi kuning di Nasi Kuning Salma Saroja.
Kalau dibawa pulang, nasi kuning dibungkus dengan daun woka.Daun woka ini, kalau kita lihat di google katanya sama dengan daun lontar atau daun siwalan.
Sebelum melanjutkan ke tempat-tempat lainnya, pulang dulu ke hotel, untuk sholat Ashar jamak dzuhur. Jam 4.00. Sore kami lanjutkan, city tour. Kini giliran mencoba klappertaart di tempat asalnya di kota Manado. Kami makan di Christine klappertaart. Enak sekali rasanya.
Sekarang lanjut ke Universitas Sam Ratulangi ( UNSRAT).
Kemana lagi?. Ke pantai Malalayang. Duduk menikmati senja, orang-orang yang lalu- lalang, nyanyian pengamen, pemandangan laut. Ada hal yang tidak terduga sebelumnya, kami mendapatkan sunset. Setiap kali mau traveling kesuatu tempat baik di dalam maupun luar negeri, sunset atau sunrise, selalu menjadi salah satu promosi andalan pihak travel, tapi ini hanya ingin menghabiskan waktu, duduk manis menikmati senja, dan alam menghadiahkan sunset.
Malam ini kami makan malam di Restoran Dabu Dabu Lemong. Menunya rahang tuna bakar, dan bakwan jagung, selama di Manado ini, setiap acara makan selain pisang goreng, pasti ada bakwan jagung, atau disini disebut perkedel jagung.
Hari ini, hari terakhir di Manado. Pukul 5.00. pagi kami sudah jalan ke airport. Photo perpisahan dengan bapak Melki yang baik hati, driver kami selama di Manado. Selamat tinggal Manado. Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, kalau ada langkah panjang, ehh di jawab sama tulisan di dinding airport, sampe baku dapa ulang di Manado. Terimakasih kepada Yuselina, teman seperjalanan yang baik dan Annisa Rahmah Karim, sudah menjadi tuan rumah yang baik.







































































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar